Author: Munir Hasan Basri

  • Ini perjalanan karir kami

    Ini perjalanan karir kami

    Kami mulai bekerja di Federal Motor sebagai engineer di pabrik pembuatan motor Honda di Sunter, Jakarta. Walaupun bekerja sekitar 1 tahun, kami telah berhasil membuat proyek penghematan listrik di pabrik sebesar 12 juta/bulan. Bekerja di ASTRA grup ini telah membekali kami manajemen teknik dan kepelatihan. Saat kami belajar jadi trainer di IKIP Jakarta. Mengajarkan kemampuan teknis kepada operator an supervisor di line produksi.

    Kemudian pindah di Electrolux Indonesia, sebagai asisten manager service selama 6 bulan dan dilanjutkan menjadi manager service dan part hampir selama 3,5 tahun. Selama di Electrolux kami juga mengembangkan kepelatihan teknisi dari awal sampai senior, dan juga memberi kepelatihan teknis kepada salesmen.

    PT. Rotaryana Prima menjadi pengalaman kami yang bukan mengacu kepada back ground teknis. Kami lulusan Elektro ITB mengambil posisi menjadi sales dan marketing manager untuk produk Building and Maintenance. Disini pengalaman teknis dilengkapi dengan sales dan marketing.

    Dan akhirnya di SANKEN. Mulai dari manager service, training manager, call center manager, general manager customer care dan direktur customer care. Pengalaman mengikuti berbagai pelatihan di dalam dan di luar negeri dan pengalaman kerja membuat kami merasa memiliki banyak hal yang mesti dibagi untuk orang banyak.Disini kami semakin mahir dalam kepelatihan baik materi teknis, sales, marketing, motivasi. Saat itu kami membangun “sekolah teknisi” dan “sekaloh spg”, yang melahirkan salesmen dan teknisi yang hebat dan memiliki karir bagus.

    Salah satu kebisaan kami Adalah menjadi trainer yang menuntut kami banyak menulis. Dan pengalaman kerja dengan berbagai pengalaman itu kami share dalam bentuk buku dan kepelatihan.

  • Lahir di Pangkalpinang, Bangka

    Lahir di Pangkalpinang, Bangka

    Saya Munir Hasan Basri, biasa dipanggil Munir. Karena nama belakang Hasan Basri Sulaiman adalah nama ayah dan Sulaiman adalah nama kakek. Semasa kecil saya tidak pernah mengenal kakek Sulaiman.

    Saya lahir di Pangkalpinang, tepat di Balai kesahatan DKT, sekarang masih ada balai kesehatan itu. Lahir dengan Bidan 4 Februari 1966. Tak terbayangkan dalam kondisi Indonesia masih berjuang mempertahankan kemerdekaannya. Lahir dari ayah, Hasan Basri Sulaiman. Serorang tokoh agama terkenal di Bangka pada masanya dan menjadi tokoh yang berpengaruh Muhammadiyah. Dan ada kenangannya dengan nama ayah kami, ada nama Masjid Muhajirin di jalan Balai waktu itu, dan nama ayah diabadikan oleh PEMDA Pangkalpinang mengganti jalan balai.

    Oh ya, jadi nama ibu kami ibu Maimunah, seorang ibu rumah tangga, yang taat kepada ayah.

    Latar belakang agama dari ayah yang menjadi guru agama di PT. Timah Bangka saat itu. Ayah menjadi penceramah yang disukai di Bangka dan Belitung dan pendiri Masjid Al Muhajirin jl. Balai Pangkal pinang dan ketua Muhammadiyah Bangka pada masanya. Kami adalah anak kelima dari 8 bersaudara. Ir. Mudzakkir Hasan Basri, Ir. Munawwir Hasan Basri, Prof. Mubasyir Hasan Basri, Ir. Mundzir Hasan Basri, Phd, Husnayani Hasan Basri Apt, Ir. Husni Ridwan Hasan Basri, Ir. Mursyid Hasan Basri, Phd.

    Foto bersama saudara masa kecil di depan Masjid Muhajirin 1976

    Kami menjadi yatim sejak kelas 5 SD dan Mak Maimunah yang menghidupi dengan berjualan keliling. Akhirnya Mak pun melanjutkan posisi ayah sebagai penceramah dan mampu mensarjanakan semua anaknya.

    Masa kecil banyak membantu orang tua dengan berbagai aktivitas rumah dan masih sempat untuk bermain atau berolahraga. Membersihkan rumah setiap hari dan kebiasaan baik di kala itu memberi kebiasaan baik di masa sekarang. Sejak kecil suka bermain catur, bola, badminton, bola volley, bola basket membentuk kerpibadian yang baik. Kami melanjutkan SMA di Bandung dan kuliah di ITB. Kami bersyukur sekali dengan perjalanan hidup sampai sekarang.

    Kami sendiri sudah berkeluarga, isteri tercinta Wagiati Romlah dengan 4 anak yang masih hidup, Nur Aini, Nur Fikri, Nur Anisah dan Ahmad Fajri. Dua anak kami sudah meninggal lebih dulu yaitu anak pertama Ahmad Zaqi dan anak keempat Nur Faridah.

    Perjalanan kami yang dimulai dari SD sampai SMP di Pangkalpinang dan melanjutkan SMA di Bandung dan kuliah di ITB.

    Ikuti terus perjalanan kami selanjutnya

  • Customized Training

    Customized Training

    IWAS memiliki produk berupa Trainiing, Buku dan eBook yang memiliki purna jualnya berupa komunikasi dengan trainer atau penulisnya. Komunikasi bisa untuk membahas secara detail produknya, lewat WA dan email. Sangat disarankan dengan WA karena lebih dekat penggunaannya. Tidak hanya itu saja, komunikasi juga bisa berupa pendampingan untuk mewujudkan pertumbuhan yang diinginkan.

    Training dengan konsep IWAS dibuat sangat customized, baik tempat dan peserta. Selama ini orang Training selalu mengikuti trainernya. Tapi di Training IWAS, peserta bisa menentukan sendiri lokasi Training. Untuk lokasi disarankan suasananya nyaman agar peserta dapat menikmati Training dengan baik. Tidak perlu fasilitas kursi dan meja, Training dilakukan dengan duduk di lantai. Saya pernah Training di apartemen, dimana pesertanya sekitar 10 orang. Ini menunjukkan lokasi Training bener-bener sangat customized dan memberi kenyamanan peserta. Selain itu memang customized juga dengan jumlah peserta. Minimal peserta 10 – 15 orang. Tentang peserta ini juga bisa berasal dari lingkungan keluarga besar, komunitas, pengajian, teman, karyawan, kumpulan orang yang bergabung dan sebagainya.

    Customized peserta :

    1. Jumlah peserta, minimal 10 orang.
    2. Jenis peserta, bisa siapa saja.
    3. Tempat, bisa mengikuti ditentukan peserta untuk rasa nyaman. Tempat tidak memerlukan kursi dan meja, hanya duduk di lantai lebih santai. Dan suasana tempat nyaman.
    4. Investasi Training disesuaikan kemampuan peserta. jadi pas di kantong

    Peserta juga tidak dibebani dengan menyediakan fasilitas Training, saya sudah mempersiapkan mulai dari proyektor, audio system (speaker dan mic) dan layar bila diperlukan. Semua fasilitas ini tidak dikenakan biaya sehinggan meringankan peserta.

    Munir Hasan Basri Avatar

    Writer and Trainer Profesional

  • Apa itu IWAS ?

    IWAS adalah kepanjangan dari Iman – Work – Alignment – System, yaitu upaya saya untuk menyelaraskan Iman dalam kerja dan aktivitas apapun dalam hidup ini diluar kerja dan ibadah (ibadah umum selain kerja) untuk bisa bertumbuh dan bermakna. Oleh sebab itu, kerja baik di kantor sebagai karyawan atau kerja non-formal menjadi sangat indah saat ditarik satu garis dengan iman kepada Allah swt. Biasanya kan saya kerja, ya hanya kerja aja. Terasa seperti tidak sejalan dengan iman. Seakan kerja itu berjalan sendiri dan seolah tidak terpadu dengan iman. Bahkan dalam faktanya terbukti, salat (bagian dari iman) dan doa, telah menjadi pelengkap kerja. Kok bisa ? Iya, Salat dan doa itu telah menjadi alat atau pengungkit bagi kerja yang sukses, agar gajinya naik, karirnya meningkat. Nggak percaya ? Kalau lagi stress kerja, salatnya jadi serius dan berdoa untuk menghilangkan stress.

    Dari persoalan yang terjadi pada saya dulu, dan kebanyakan orang telah mendorong saya untuk memberikan jalan agar iman dan kerja itu sebagai satu garis lurus. Bayangkan saja orang yang beriman, dengan iman yang dimilikinya bisa mendorong kerja yang luar biasa (produktif). Why ? Karena bukan lagi kerja diukur dengan orientasi SOP, Job Description dan perintah atasan serta target tapi sudah berada dilevel lebih tinggi. Apa level yang tinggi itu ? Kerja itu amanah Allah swt kepada saya untuk saya pertanggungjawabkan kepada Allah. Dalam kerjanya nampak juga yang berilmu, bertanggungjawab dengan update memberi terbaik hari ini, kerja yang “bener” menurut Allah swt. Apakah bekerja untuk Allah swt itu bisa memenuhi kriteria dari atasan dan perusahaan ? Jawabnya pasti iya. Jika dalam pelaksanaannya iman tidak sejalan dengan kerja, maka ada sesuatu yang tidak benar. Polanya bukan kerja dengan iman itu ibadah khusus terus terutama salat dan banyak zikir sehingga tidak peduli target kerja. Tapi misalkan salat yang bener, maka dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar, artinya kerjanya fokus kepada yang produktif (makna mencegah keji dan mungkar).

    IWAS merupakan tema utama dari website ini, yang diwujudkan dengan tindakan nyata lewat produk yang dihasilkan berupa Training, Book dan eBook dan juga memberi pengetahuan dan motivasi dalam KultumMotivasi.

    IWAS ini sudah mulai saya terapkan sejak saya jadi karyawan karena ada banyak masalah yang muncul dari kerja. Baik yang dialami oleh saya sendiri, sebagai karyawan dan manager dan juga dari orang-orang yang ada disekitar saya. Sejak 2006, saya berbagi Training kepada orang yang saya kenal saja. Dan mulai 2023, saya menulis buku dan eBook.

    IWAS terus bertumbuh menjadi semakin baik hari ini. Menyerap salah satu ilmu Kaizen, IWAS terus belajar dan menghasilkan karya yang semakin banyak dan luas.

    Munir Hasan Basri